Selasa, 18-06-2024
  • Selamat Datang Di Laman web SMAS SHALOM BENGKAYANG

Cawan murka Allah

Diterbitkan :

Bacaan: Lukas 22 : 41 – 44.

Ya Bapaku …… ambillah cawan ini dari padaKu…..

Mengapa Yesus, yang sejak awal sudah siap dengan tekad yang bulat menuju Golgota, berdoa demikian? Apa yang terjadi dengan Yesus?

Kehendak Yesus sebagai manusia sejati selalu selaras dengan kehendak Bapa-Nya. Namun di Getsemani kita melihat gambaran kemanusiaan-Nya itu dengan sangat jelas. Di situ Ia sebagai manusia sejati benar-benar berada dalam tekanan dan pergumulan yang begitu berat saat berhadapan dengan kematian-Nya. Itu sebabnya Ia berkata, “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya (Mat 26:38).

Lukas 22:43-44 mencatat bagaimana beban yang demikian berat dirasakan oleh Yesus, “Lalu seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat susah dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”

Ayat 44 mengandung pengertian takut, cemas, sedih, dan derita batin sekaligus. Peluh yang menetes ke tanah seperti tetesan darah ini hanya terjadi pada orang yang sedang diliputi pergumulan batin yang sangat berat.

Apa makna cawan dalam doa Yesus? Dari Perjanjian Lama kita melihat bahwa cawan secara simbolis bukan hanya berarti penderitaan, tetapi juga hukuman Allah (Maz 11:6).

Cawan yang harus diminum- Nya sampai tetes yang terakhir adalah hukuman Allah atas orang berdosa yang akan diterima-Nya sebagai Pengganti kita. Kalau boleh, Yesus mohon kepada Bapa, biarlah Ia tidak meminumnya.

Apakah doa Yesus dikabulkan? Dilihat dari bagian pertama doa-Nya, tentu tidak dikabulkan. Namun bagian pertama tidak boleh dipisahkan dari bagian kedua, “tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Jelas bahwa Yesus juga memohon agar kehendak Bapa-Nya yang terjadi. Dan itulah yang terjadi. Bapa mendengar Dia.

Yesus dari Getsemani menuju Golgota dengan kekuatan yang baru. Ia harus minum dari cawan murka Allah itu sampai habis. Tetapi Ia melakukannya dengan sukarela dan ketaatan demi keselamatan kita.

Yang diminta dari kita adalah percaya kepada-Nya untuk keselamatan kita, dan selalu menghayati makna pengorbanan-Nya bagi kita.
Selamat menyambut paskah.
Selamat menghayati kesengsaraan Tuhan Yesus demi keselamatan kita.

Soli Deo Gloria (RM)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan