Jumat, 14-06-2024
  • Selamat Datang Di Laman web SMAS SHALOM BENGKAYANG

“Sebab anak domba Paskah kita telah disembelih, yaitu Kristus” 1Kor 5:7

Diterbitkan :

ANAK DOMBA ALLAH dan KITA

“Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Sungguh satu pernyataan yang agung tentang makna Jumat Agung.

Ungkapan “anak domba” ini dapat ditafsirkan berdasarkan beberapa latar belakang peristiwa dalam Perjanjian Lama, akan tetapi terutama ini membawa kita kembali ke hari terakhir sebelum umat Israel keluar dari Mesir (Kel 12). Saat itu Allah memberi perintah agar umat Israel menyembelih anak domba dan darahnya dibubuhkan pada tiang dan ambang atas pintu rumah mereka. Darah domba Paskah itulah yang menjadi tanda bagi Allah untuk melewati mereka ketika Ia datang untuk membunuh anak-anak sulung di Mesir (Kel 12:12-14).

Peristiwa besar ini kemudian diperingati setiap tahun yang dikenal sebagai Hari Raya Paskah dan Roti yang Tidak Beragi yang berlangsung selama seminggu. Pada saat peringatan Paskah Yahudi itulah, ketika domba Paskah disembelih, Yesus dan murid-murid-Nya mengadakan perjamuan peringatan yang terakhir dan kemudian Ia dikhianati, ditangkap, diadili, dan disalibkan (Mrk 14).

Sebagaimana darah anak domba Paskah yang menyelamatkan orang-orang Israel di Mesir, demikian juga darah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita dari kebinasaan. Paulus juga menekankan hal yang sama dalam 1 Kor 5:7: “Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus”. Itu terjadi di Golgota ketika Dia disalibkan untuk kita.

Kita bertemu lagi dengan Anak Domba dalam kitab Wahyu. Walaupun istilah dalam bahasa asli untuk “anak domba” di sini berbeda dari yang terdapat dalam Yoh 1:29 namun gagasannya tetap terfokus pada karya Kristus di salib dan implikasinya bagi kita.

Dalam Why 5 Kristus diperkenalkan sebagai Singa dari suku Yehuda yang juga adalah “Anak Domba seperti telah disembelih” (Why 5:6). Selain domba Paskah dalam Kel 12, gambaran Anak Domba yang disembelih ini juga dilatarbelakangi oleh penderitaan Hamba yang menderita dalam Yes 53:7: “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya”. Jelas ini digenapi pada peristiwa penyaliban Kristus.

Karena karya-Nya yang menyelamatkan itu maka Anak Domba layak menerima puji-pujian: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa” (Why 5:9). Puji Tuhan, oleh darah Kristus kita telah dibeli (ditebus, dibebaskan) untuk menjadi milik Allah.

Pujian ini berlanjut: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian! (Why 5:12). Ini juga harus menjadi isi pujian kita pada Jumat Agung ini.

Semua yang telah ditebus oleh darah Anak Domba sekarang dapat menikmati sukacita keselamatan. “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka” (Why 7:9). Jubah putih melambangkan kebenaran di dalam Kristus dan daun palem melambangkan kemenangan bersama Dia. Puji Tuhan.

Apa lagi yang menjadi ciri mereka yang telah ditebus? Why 14:4: “Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu”. Kiranya kita menghayati ini dan terus setia mengikuti Anak Domba.

Kumpulan besar orang banyak ini sebelumnya disebut sebagai kelompok 144 ribu orang yang dimeteraikan sebagai milik Kristus: “Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel” (Why 7:4). Dalam konteks kitab Wahyu suku-suku keturunan Israel ini bukan merujuk pada bangsa Israel secara etnis melainkan kepada semua orang percaya dari segala bangsa. Angka 144 ribu adalah angka simbolis yang menunjuk ke kelengkapan jumlah orang percaya dari segala bangsa dan zaman.

Identitas orang-orang milik Anak Domba ini kemudian dijelaskan dalam Why 7:14, “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba”. Sungguh ajaib dan agung karya Kristus bagi kita.

Bukan hanya itu. Mereka yang telah ditebus oleh Anak Domba sekarang adalah orang-orang yang menang. “Dan mereka mengalahkan dia [Iblis, Satan] oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut” (Why 12:11). Kuasa darah Kristus adalah jaminan kemenangan orang percaya.

Dan pada akhirnya mereka akan diam bersama Anak Domba di kota Allah yang kekal. “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba” (Why 19:9). “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu” (Why 22:1). Dia yang menghapus dosa kita akan juga memelihara kita sampai pada akhirnya. Terpujilah Anak Domba Allah.

Semua ini menjadi mungkin bagi kita karena pada Jumat Agung yang pertama Anak Domba Allah telah disembelih demi keselamatan kita dan itu tersedia bagi siapa saja yang mau datang dan percaya kepada-Nya.

Selamat Jumat Agung.
Soli Deo Gloria.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Penulis : admin

Tulisan Lainnya

Oleh : admin

Oleh darah Anak Domba

Oleh : admin

Hidup Dalam Kasih

Oleh : admin

Bersyukur atas hidup