Kamis, 20-06-2024
  • Selamat Datang Di Laman web SMAS SHALOM BENGKAYANG

Datanglah Tuhan Yesus

Diterbitkan :

Wahyu 22:18-21

Dalam bagian terakhir Kitab Wahyu ini, Yohanes, sebagai penulis, memperingatkan celaka yang akan menimpa setiap orang yang menambahkan atau mengurangkan sesuatu dalam kitab yang ditulisnya (18-19). Bisa jadi, ada yang heran dan menganggapnya berlebihan.

Sejatinya, firman Allah adalah kata-kata Allah sendiri. Manusia, sebagai ciptaan Allah, hanya bisa menerima tanpa syarat. Orang yang menambahi atau mengurangi firman Allah-meski untuk kebaikan-berarti telah menganggap dirinya setara dengan Allah. Sama halnya dengan orang yang merasa perlu menilai atau mengedit tulisan kita, kemungkinan besar kita tersinggung, apalagi firman Allah Yang Mahakuasa.

Penambahan atau pengurangan terhadap isi kitab akan mengubah pesan, sehingga Allah akan menghukum perbuatan itu. Yohanes adalah nabi Allah, juru bicara Allah sendiri. Berita yang disampaikan sesungguhnya berasal dari Allah.

Menarik disimak cara Yohanes menuliskannya. Bagi yang menambahkan, Allah akan menambahkan malapetaka yang tertulis kepada dirinya; dan bagi yang mengurangkan, Allah akan menghilangkan haknya untuk menikmati pohon kehidupan dan hak masuk kota kudus itu. Hal ini terkesan kejam. Namun, jika ditelisik dengan saksama, orang yang menambahkan atau mengurangkan tak lagi menempatkan dirinya sebagai hamba Allah. Yerusalem yang baru memang hanya untuk hamba-hamba Allah.

Di bagian terakhir ini, Yohanes juga menulis: “Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: ‘Ya, Aku datang segera!'” (20). Yohanes pun meresponsnya dengan “Amin, datanglah, Tuhan Yesus”. Kata “amin” menjadi penting di sini. Amin bisa diartikan: demikianlah adanya. Apa yang dikatakan Tuhan memang hanya dapat kita amini tanpa syarat. Hal itu senada dengan “Jadilah kehendak-Mu”.

Akhirnya, Yohanes menutup kitab dengan berkat. Itulah modal utama kita dalam menanti kedatangan-Nya. Berkat itu akan memampukan kita setia dalam peziarahan di dunia ini. Oleh karena itu juga, mari kita berdoa: “Datanglah, Tuhan Yesus! Amin.”

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan